Keliling Tarakan, Masjid-masjid dengan Bangunan Megah, Bacaan Imam Merdu

masjid Islamic Center Tarakan
Sore,9/7/2013 kami keliling kota Tarakan, sebelumnya silaturahmi ke tempat ust.Ayyub, imam masjid Al Amin Tarakan. Ust. Ayyub cukup di kenal di daerah Tarakan. Selain sebagai imam masjid besar Al Amin, ia juga sebagai pengelola rumah tahfidz anak-anak dengan nama Raudhotul Qur'an.

Cukup lama berbincang-bincang. Selain teman kuliah di Jakarta, juga baru pertama kali bisa ketemu di Tarakan. Ia mempunyai jadwal yang cukup padat. Bahkan menawarkan untuk ikut mengisi dan menggantikan jadwal beliau. Karena kami juga belum tahu jadwal kami sendiri, untuk sementara kami belum menyanggupi.
Setelah agak sore, berkeliling di Tarakan. Banyak masjid-masjid berdiri megah. Selain Islamic Center, juga masjid tua yang bernama Masjid Nurul Islam.

masjid tua Nurul Islam Pamusian
Menurut masyarakat setempat, bahwa masjid ini ketika terjadi peperangan antara Sekutu dan Jepang, menjadi tempat berlindung (shelter) bagi warga sekitar. Rumah ibadah umat muslim ini, sangat mudah kita jumpai, karena letaknya yang tak jauh dari jalan raya Markoni, Pamusian.

Dari dekat kita akan melihat sebuah bangunan berkubah yang bertuliskan ‘Masjid Nurul Islam’. Masjid tersebut dibangun diatas lahan hibah dari warga keturunan Tionghoa kepada masyarakat Markoni pada saat itu. Tepatnya pada tahun 1904, seorang keturunan Tionghoa menghibahkan tanah berukuran 20 x 20 meter kepada masyarakat sekitar. Oleh warga, tanah pemberian tersebut direncanakan akan dibangun sebuah masjid dengan dana swadaya.

masjid Darus Sa'adah
Saat Isya', shalat Isya' di masjid Darus Sa'adah, Tarakan. Masjid ini, menurut teman yang mengantar, masjid teramai di Tarakan setelah masjid tua Nurul Islam tersebut. Ketika kami shalat, jama'ah cukup banyak. Bahkan meluber sampai teras dan halaman.

Yang lebih menarik, sepanjang pengamatan dan pendengaran di berbagai masjid yang kami lewati, suara bacaan para imam cukup merdu dan enak. Padahal, dari Solo, kami tidak memiliki bekal bacaan yang merdu. Tapi, dengan niat berdakwah, mudah-mudahan ada sisi lain yang menjadikan masyarakat tertarik dengan dakwah kita.