Malam Takbiran, Agar Tidak Pesta Petasan

Cerita untuk anak
Berbeda dengan Jawa, anak-anak di pinggiran pantai Tarakan Utara ini biasa setiap malam takbiran dengan pesta petasan. Bukan petasan kecil, bahkan petasan yang besar dan memekakkan telinga. Mulai sore, pesta petasan memang masih terdengar, terutama menjelas Magrib malam takbiran.

Untuk menghindari kebiasaan tersebut, takmir masjid Nurul Bahri, Juata Laut, Tarakan memiliki cara unik. Anak-anak dikumpulkan di dalam masjid, di ajak takbiran, kemudian diberi pertanyaan dan hadiah yang menarik.

Setiap anak yang dapat menjawab pertanyaan ustadz, mereka akan mendapatkan hadiah, amplop uang sebesar 20 ribu. Ternyata respon anak-anak luar biasa. Mereka berkumpul di masjid untuk ikut takbiran.

Namun, demikian bagi yang tidak dapat menjawab soal, mereka tetap mendapatkan hadiah, amplop uang dari pengurus masjid. Uang untuk anak-anak tersebut didapatkan dari donatur masyarakat sekitar masjid untuk menghindari anak-anak agar tidak main petasan.