Ust. Darmanto: Saya Kaget, Kok Banyak yang Bawa Pedang

Ust. Darmanto (kiri)
Salah satu dai FKAM yang ditugaskan didaerah pedalaman adalah Ust. Darmanto. Ust.Asli Yogyakarta ini ditugaskan di daerah Simenggaris, tepatnya di masjid Rahmatullah, Dusun Kanduwangan, Desa Kanduwangan Simenggaris, Nunukan.

Perjalanan dari Tarakan ditempuh dengan naik speadboat menuju Nunukan selama 3 jam. Dari Nunukan masih melanjutkan dengan perahu  selama 1 jam, turun di Sungai Ular. Dari Sungai Ular masih harus naik truck selama 15 menit untuk sampai tempat tugas, di Masjid Rahmatullah, Kanduwangan, Simeggaris.

Perjalanan 15 menit dari Sungai Ular menuju tempat tugas nampak mengasikkan. Selain naik, truck, kiri dan kanan jalan penuh dengan perkebunan kelapa sawit. "Kami kaget, kok banyak yang bawa pedang", ungkapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa kebiasaan masyarakat disini membawa pedang untuk pergi ke kebun sawit. "Jadi sudah biasa, kemana-mana bawa pedang untuk berkebun", tandasnya.

Masyarakatnya cukup ramah terhadap pendatang. Selain mengisi kultum, baik Isya' maupun Subuh, juga menjadi imam rawatib dan khutbah Jum'at. Tak ketinggalkan, Ust. Darmanto juga menggunakan waktunya tiap hari menjelang berbuka dengan mengajari anak-anak TPA. "Disini kebanyakan sudah bisa membaca Al Qur'an, kami tinggal membenarkan bacaanya yang masih keliru", katanya.