![]() |
| peta kota Tarakan |
Kota Tarakan merupakan satu-satunya kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana, Kota Tarakan berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil.
![]() |
| logo kota Tarakan |
Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14’23″ – 3°26’37″ Lintang Utara dan 117°30’50″ – 117°40’12″ Bujur Timur, terdiri dari 2 (dua) pulau, yaitu Pulau Tarakan dan Pulau Sadau. Adapaun batas-batas wilayah sebagai berikut : sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Pulau Bunyu, sebelah timur berbatasan dengan Laut Sulawesi, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Palas, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sesayap dan Kecamatan Sekatak.
Luas wilayah Tarakan mencapai 657,33 Km2, terdiri atas wilayah daratan seluas 250,80 Km2 dan wilayah lautan seluas 406,53 Km2. Suhu udara minimum 24,80 C dan maksimum 31,40 C, dan kelembabab rata-rata 85%, curah hujan dalam 5 tahun terakhir rata-rata 366,36 mm/bulan dan penyinaran rata-rata 44,84%.
Jumlah penduduk Kota Tarakan terus meningkat. Pada tahun 1945, penduduk lokal Kota Tarakan yang umumnya dari suku Jawa, Thionghoa, dan Tidung tercatat hanya sekitar 5.000 orang ( menurut sumber lisan pada waktu itu sudah ada penduduk dari suku Bugis ). Pada pertengahan tahun 2006 meningkat 171.690 jiwa atau menjadi 34 kali dalam rentang waktu 61 tahun. Kepadatan penduduk saat ini sebesar 687 jiwa/Km
Kota Tarakan memiliki posisi yang strategis bagi Propinsi Kalimantan Timur, yaitu sebagai penggerak pertumbuhan wilayah utara Propinsi Kalimantan Timur dan Pintu Gerbang kedua (second gate) bagi Kalimantan Timur setelah Kota Balikpapan, selain merupakan kota transit perdagangan antara Indonesia, Malaysia dan Philipina.
![]() |
| Tarakan, kota yang dikelilingi laut |
Warga pendatang tersebut didominasi dari Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi. Menurut data BPS Tarakan pula, migrasi risen atau penduduk pendatang yang bertempat tinggal lima tahun lalu berbeda dengan tempat tinggal sekarang hingga 2011 ini tercatat sebanyak 15.547 jiwa atau 9.13 persen.


.bmp)