Catatan Dakwah di Tarakan



ucapan selamat datang

Saat menginjakkan kaki di bumi Tarakan, nampak suasana berbeda tiga tahun lalu, saat kami pertama kali berkunjung ke daerah ini. Tarakan sekarang menjadi calon ibukota propinsi tersendiri yaitu Kalimantan Utara. Padahal sebelumnya bagian dari propinsi Kalimantan Timur.

Sepanjang perjalan, banyak masjid-masjid berdiri dengan megahnya. Suasana Ramadhan juga nampak semarak dengan banyaknya dai-dai dari berbagai daerah yang datang ke Tarakan dan sekitaranya. Bacaan imam masjid tampak merdu. 

Islamic Center Tarakan
Saat berkunjung ke Islamic center, suasana Ramadhan begitu tampak. Walaupun masjid ada pekerjaan, Masjid Al Izzah Islamic Center telah digunakan untuk shalat tarawih. Hal yang menarik, sekitar 300 m terdapat masjid LDII yang cukup besar dengan tiga lantai.

Saat kami berkunjung ke Badan Amil Zakat Tarakan, Kamis, 11/072013 sedang diadakan rapat tokoh-tokoh agama, MUI, ormas dan pemerintah kota Tarakan. Mereka membahas pendistribusian zakat kepada fakir miskin. Maka tema rapat saat itu adalah ‘zakat solusi mengentaskan kemiskinan’. Rapat ini berlangsung cukup ramai, hampir semua tokoh Islam di Tarakan hadir. Nampak suasana ukhuwah islamiyah.

Masjid LDII, dekat Islamic Center
Hal yang cukup menarik perhatian saya, saat para tokoh ini rapat di lantai atas, di lantai bawah banyak kader-kader dai yang akan di kirim ke berbagai daerah di Tarakan dan sekitarnya yang dikoordinasi oleh Badan Amil Zakat, yang sehari sebelumnya, saat kami juga berkunjung, mereka sedang di training sebagai dai lapangan.








Kantor Badan Amil Zakat Tarakan
Memang, Badan Amil Zakat (BAZ) Tarakan membuka pendaftaran untuk para dai selama Ramadhan. Banyak pendaftar, bahkan dai-dai LDII juga cukup mendominasi. “Mereka kebanyakan dai-dai dari LDII yang ikut mendaftar. Mereka semangat berdakwah di daerah-daerah pedalaman”, ungkap seorang penjaga kepada saya. Saya agak kaget, tapi akhirnya saya amati, memang mereka cukup percaya diri untuk persiapan berangkat berdakwah di daerah pedalaman.






Para tokoh Islam berkumpul membahas Zakat

Satu hal yang mungkin agak berbeda dengan daerah lain adalah adanya gerai-gerai zakat di pinggir jalan. Baik BAZ, Baitulmal Hidayatullah, Lazis Muhammadiyah, Baitulmal Wahdah membuka gerai dipinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat keramaian untuk menerima orang-orang yang mau membayarkan zakat malnya. Sebuah sumber menyebutkan bahkan sekali buka selama Ramadhan mereka bisa mendapatkan antara 300 – 500 juta. Hal yang tidak kita jumpai di Jawa. Fantastik! 




Berikut, wawancara dengan tokoh-tokoh Islam Tarakan 


Ketua Fatwa MUI Tarakan, KH. Setyabudi Almin



Ketua MUI Tarakan, KH. Zainuddin