![]() |
| Meriam peninggal Belanda di Juata Laut |
Tarakan adalah daratan pertama Nusantara yang diserbu tentara Jepang pada dini hari, 11 Januari 1942. Sekitar 15.000 tentara Jepang berhasil menundukkan 2.000 tentara Belanda yang lebih dahulu menguasai di sana. Sebagai gambaran bagaimana sengitnya pertempuran berdarah kala itu, sebelum pasukan Jepang mendarat, terlebih dahulu tentara Belanda membakar ladang-ladang minyak di Tarakan agar lawannya tidak mendapatkan pasokan bahan bakar. Sebagian tentara Belanda dan lainnya menjadi tawanan. Tarakan berhasil direbut dalam waktu tiga hari.
Namun pada 1 Mei 1945, Tarakan kembali digempur dan dibumihanguskan oleh serdadu sekutu yang terdiri dari pasukan Amerika Serikat dan Australia yang berjumlah 2000 personil.Setelah pertempuran berdarah hingga dua bulan barulah Tarakan dapat direbut dari tangan Jepang. Sampai berakhirnya perang di Tarakan, lebih dari 2.000 tentara dari berbagai kebangsaan, tewas di sana. Dari pihak Australia, sekitar 230 tentaranya tewas dan dimakamkan di Tarakan. Sementara dari kubu Jepang, tercatat lebih dari 1.500 prajurit
Kabar memilukan bagi rakyat Australia terjadi ketika Letnan Thomas Derrick tewas di tangan penembak gelap tentara Jepang yang bersembunyi di hutan belantara Tarakan. Derrick dikenal sebagai sosok pemberani, pernah bertempur di Afrika, Papua, dan akhirnya gugur di Tarakan menjelang perang dunia kedua berakhir.
Korban dari pihak Jepang sendiri juga cukup besar. Tercatat lebih dari 1.500 prajurit Jepang tewas saat merebut Tarakan dari tangan Belanda hingga pertempuran terakhir dengan pasukan Australia. Tarakan, sebuah pulau kecil yang kaya minyak. Tarakan pernah menjadi surga bagi kolonialis Belanda. Dari perut bumi Tarakan, selama bertahun-tahun Belanda mengisap kekayaan alam yang melimpah di sana. Begitu juga Jepang tatkala berhasil merebut pulau itu.
Kepulauan Nusantara, termasuk Asia Tenggara, pada dekade 1930- 1940 merupakan sumber utama bahan mentah bagi negara industri kapitalis Barat maupun Jepang. Bahan mentah, terutama pasokan bahan bakar minyak sangat vital bagi industri dan mesin perang mereka di Asia-Pasifik.
Tak pelak lagi, konfrontasi berujung pada perang terbuka di Pasifik memang ditujukan untuk menguasai sumber daya alam, terutama minyak. Sasaran utama tersebut meliputi ladang-ladang minyak di Kalimantan Timur, Palembang di Sumatera dan Cepu di Jawa Tengah.
.jpg)