 |
| Buka Puasa dengan Menu Kepiting dan Udang |
Mungkin ini berbeda dengan di Jawa. Jika rapat dan konsolidasi cukup nasi kucing dan snack ala kadarnya. Di Tarakan FKAM dan BaitulMal membuat gebrakan. Terletak di pinggir laut, Kamis, 26/7/2013 dilakukan koordinasi dan konsolidasi yang dilanjutkan buka bersama.
 |
| Lezaaat! |
Perjalanan dari Tarakan menempuh waktu sekitar 40 menit menuju Juata Laut, dimana salah seorang petugas Prodin FKAM ditempatkan. Di tempat ini pula masyarakat sudah familiar mendengar nama FKAM. Bukan hanya kali ini dai FKAM disini, hampir tiap tahun ada yang menetap di kampung pinggir laut Utara Tarakan tersebut.
Masyarakat sebagian besar nelayan. Jika waktu air laut pasang, mereka sibuk di tambak. Mereka biasa bekerja di tambak, atau memanen udang disana. Selain udang, hasil lainnya adalah kepeting.Sementara ikan menjadi menu harian mereka.
 |
| Susana pantai menjelang berbuka |
Nampak suasana berbuka yang penuh semangat. "Lezat", kata Eko yang diamini anggota yang lain. Mereka terlihat bersemangat menyantap masakah udang dan kepiting. "Jangan banyak-banyak, nanti alergi", ungkap kami kepada teman-teman. Karena sebelumnya, Ust. Harno saat pertama kali menyantap kepiting, malamnya langsung gatal-gatal dan bengkak. Hal ini selama dua hari, selain pusing-pusing. Ternyata ia alergi kepiting. "Kolesterol tinggi", kata Mas Haris, tuan rumah.
Selesai santap kepiting dan udang, saat menjelang Isya', sebagian pulang dan sebagian menuju tempat tugas untuk mengisi khultum. Yang suasana yang jarang didapatkan di Jawa. Makan kepiting dan udang di pinggir pantai dengan suasana alam yang khas!.
 |
| Hemm.... lezaaat banget! |