Kultum Subuh di Jawa dan Tarakan

Masjid Al Ikhlas





Subuh, 10/7/2013  sholat di masjid Al Ikhlas,Gunung Lingkas, Tarakan Timur. Masjid ini tampak megah, walaupun di tengah perkampungan. Jama'ah masjid ada yang NU dan Muhammadiyah. Imamnya kadang NU dan Muhammadiyah. Biasa, ketika imam NU, shalat pakai qunut dan warga Muhammadiyah tidak memakai qunut. Begitu pula ketika selesai shalat, jika imamnya orang Muhammadiyah tidak dengan dzikir berjama'ah, akan tetapi sebaliknya jika imamnya warga NU.

Namun, tampak mereka akrab dan biasa. Ini juga menggambarkan nilai ukhwah islamiyah yang cukup tinggi. Warga masjid kebanyakan pendatang dari berbagai daerah. Ada Sulawesi, Banjarmasih, Jawa. Tetapi Jawa masih tetap mendominasi jumlah pendatang.

Hal menarik yang saya jumpai. Pertama ketika tiba waktu sahur, masyarakat dibangunkan dengan suara musik cukup keras. Seperti terdengar dari tampah. Mereka berkeliling, kebanyakan anak-anak muda.

Satu hal lagi, ternyata tidak ada kultum Subuh. Padahal, di Jawa hampir setiap masjid, kecil maupun besar setiap Ramadhan mengadakan kultum, baik Isya' maupun Subuh. Setelah saya tanyakan seorang teman, ternyata kultum Subuh hanya untuk masjid-masjid besar atau tertentu. Namun kebanyakan tidak kultum Subuh. Sedangkan Isya', semuanya mempunyai jadwal kultum setelah shalat Isya' dan sebelum Tarawih.