Ust. Taufik: Kami Juga Ngajar SMP



Ust. Taufik pakai batik (tengah)

Berbeda dengan dai  FKAM lain yang ditugaskan Tarakan, Ust. Taufik termasuk salah seorang dai yang berada di daerah paling pedalaman, tepatnya di Masjid An Nur, Desa Kunyit,Kec. Sebuku Nunukan. Perjalanan dari Tarakan di tempuh dengan speadboat selama 3 jam menuju Nunukan. Dari Nunukan masih harus ditempuh speadboat lagi selama 2 jam. Baru perjalanan darat selama setengah jam dengan pemandangan sawit disepanjang jalan.

“Disini muslim tidak lebih dari 10%”, begitu ia menjelaskan tentang keadaan masyarakat ditempat tugas. “Kebanyakan dari suku Dayak”. Lanjutnya. Menurutnya, masjid An Nur merupakan masjid sentral di daerah tersebut. Walaupun jamaahnya cara rutin tidak lebih dari 20 orang, namun termasuk masjid yang cukup ramai dibandingan dengan tempat-tempat lain. “Maklum, disini Islam minoritas”, ungkap pria Gunungkidul ini.

“Kami juga mengajar SMP”, katanya. Tepatnya di SMPN Kunyit, desa tempat bertugas. Hal ini karena memang kekurangan guru, terutama guru agama. Selain itu, aktivitas lainnya adalah berdakwah dengan mengisi kultum, TPA dan khutbah Jum’at. “Disini kami terkena musibah”, katanya. Kami sempat kaget. Dengan kelakar dia menjelaskan badannya gatal-gatal, karena disana banyak nyamuk. “Nyamuknya besar-besar”, pungkasnya.