Memanfaatkan Waktu dengan Silaturahmi

Ust. Abdullah (kanan))
 Untuk mengisi waktu kosong sebelum pulang, dai FKAM melakukan silaturahmi ke beberapa tokoh. Di antara kepada Ust. Abdullah, salah seorang tokoh di kota Tarakan. Pak Abdullah, begitu biasa teman-teman memanggil, tokoh yang aktif menerima dai-dai FKAM selama 5 tahun terakhir. Termasuk aktif mencari tempat untuk para dai Ramadhan.

Dengan imam dan pengurus Muhamadiyah
Silaturahmi diiringi dengan cerita tentang kisah-kisah dai yang baru pulang dari pedalaman. Dengan gaya khasnya, Ust. Abdullah banyak menceritakan kisah-kisah perjalan dakwah. Tampak suasana akrab dan penuh kekeluargaan antara dai FKAM dan Ust. Abdullah. "Kalau bisa ada dai FKAM yang ditempatkan disini 6 bulan atau satu tahun", ungkapnya dengan penuh harap.

Selain kepada Ust. Abdullah, juga kepada iman masjid Al Amin, Senin, 12/8/13. Dai-dai FKAM diterima ramah dengan Imam masjid al Amin dan beberapa pengurus. Nampak suasana bincang yang cukup akrab. Apalagi saat membahas tentang Syi'ah yang mulai menunjukkan taringnya di Indonesia.

FKAM mengungkapkan perlu ada kerjasama untuk memberikan imunisasi tentang Syi'ah khususnya diwilayah Tarakan. Mereka cukup merespon, termasuk untuk lebih melihat secara utuh tentang konflik Syi'ah dan Sunni di Suriah. Tentunya ini memerlukan tindak lanjut.

Ketika kami tawarkan, bahwa kami punya dai-dai yang pernah menjadi relawan ke Suriah, sehingga mereka tahu betul bagaimana konflik sunni dan Syi'ah di Suriah, ternyata mereka begitu antusias. "Selama ini di Tarakan seperti adem ayem menyikapi pembantaian Syi'ah terhadap Ahlu Sunnah di Suriah, tidak seperti berbagai daerah lain di Jawa yang begitu gencar dan peduli", ungkap salah seorang peserta silaturahmi tersebut.