 |
| Spanduk buka bersama Wahdah |
Salah satu harokah Islam yang cepat perkembangannya di Tarakan adalah Wahdah Islamiyah. Hal ini diungkapkan salah seorang aktivis Islam, Ahmad kepada kami. "Wahdah baru masuk tahun 2000", ungkapnya. "Saat itu baru ada 9 orang. Mereka mulai dengan pengajian dari rumah ke rumah", tandasnya.
Lebih lanjut, pengusaha roti ini memaparkan bahwa Wahdah perkembangannya begitu cepat. "Bahkan sekarang sudah mulai membuat komunitas sendiri, membangun rumah sekaligus di situ ada TKIT dan SDIT", hal itu diungkapkan kepada kami saat buka bersama yang diadakan Wahdah Islamiyah Tarakan, Minggu, 21/7/2013 di Masjid At Tauhid, Gg. Akasia, Kelurahan Gunung Lingkas, Tarakan Timur.
 |
| Suasana buka bersama |
Buka bersama yang sebelumnya diisi pengajian oleh Ust. Mustaqim Lc tersebut tampak ramai. Dalam ceramahnya, Ust. Mustaqim memaparkan tentang cara-cara syetan menjerumuskan manusia. Kemudian sambutkan ketua Wahdah Islamiyah Wilayah Tarakan oleh Ust. Ahmad Baitun. Buka bersama tersebut dihadiri lebih dari 100 aktivis Wahdah baik ikhwan maupun akhwat serta masyarakat sekitar.
Selesai buka bersama, kami menuju masjid Baburrohim yang terletak di Lingkas Ujung, Tarakan. Masjid ini boleh dibilang cukup megah, dengan warna dasar putih. Nampak lampu-lampu menghiasi dinding masjid yang menambah keindahan di malam hari. Menurut beberapa teman, masjid ini menjadi pusat aktivitas HTI di Tarakan, termasuk didalamnya kajian-kajian yang diadakan oleh HTI.
 |
| Masjid Baburrohim, tampak megah |
Saat kami berkunjung, tidak tampak aktivitas HTI. Sholat Taraweh dilaksanakan sebanyak 20 rekaat dilanjutkan witir 3 rekaat. Namun, seperti masjid lainnya di Tarakan yang mengadakan taraweh 20, saat Taraweh selesai 8 rekaat, banyak jamaah yang meninggalkan masjid. Hal serupa juga pernah kami jumpai di Masjid Baitul Izzah, Islamic Center, Tarakan.