| Gerai Zakat Hidayatullah |
Masing-masing gerai zakat, ada penjaga yang standby tiap hari. Kebanyakan penjaga tersebut masih muda, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak jarang mereka masih pelajar dan memanfaatkan waktu libur untuk menjaga gerai zakat tersebut.
Sementara Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Tarakan menggunakan para guru ngaji di Tarakan dan sekitarnya untuk menjaga stand. Penjagaan dimulai pukul 7.30 pagi sampai 22.00 malam. Sedangkan waktu Magrib, para petugas diijinkan pulang dan kembali setelah shalat Tarawih. Selain mendapatkan uang transport, para penjaga BAZ juga mendapatkan insentif bonus sesuai dengan pendapatan yang mereka dapatkan dalam gerai zakat tersebut.
Seperti terlihat di Jalan Yos Sudarso, sepanjang jalan ada gerai zakat, baik dari Badan Amil Zakat (BAZ) Tarakan, Baitul Mal Hidayatullah (BMH) dan tahun ini bertambah PKPU. Hidayatullah menebarkan lebih dari 20 gerai zakat di depan tempat-tempat umum, di pinggir jalan dan di tempat keramaian lain. Begitu pula dengan BAZ dan PKPU.
| Gerai Zakat BAZ |
Biasanya masyarakat akan mendatangi sendiri gerai zakat tersebut dan membayarnya. Adapula yang meminta untuk dihitungkan. Di Daerah Juata Laut, Tarakan Utara, salah seorang pengurus masjid sempat menyampaikan kepada kami bahwa banyak masyarakat yang membayar zakat mal, karena masjid tidak mau menerima zakat mal, akhirnya mereka mengatakan ini shodaqoh. "Karena masjid tidak mau menerima zakat mal, karena tidak boleh untuk pembangunan masjid, akhirnya masyarakat mengatakan ini shodaqoh, bukan zakat mal. Ya Akhirnya kami terima", cerita Haris salah seorang pengurus masjid di Masjid Nurul Bahri, Juata Laut, Tarakan Utara.