| Ust. Sariyadi, di warung menuju Juanda |
Masjid Baburahmah merupakan satu-satunya masjid yang ada di desa tersebut. Dengan jumlah jiwa sekitar 600 orang. Keislaman masyarakat sudah cukup bagus. Hal ini ditandai dengan ramainya masjid saat shalat berjamaah.
Perjalanan dari Tarakan di tempuh dengan menaiki speadboat sekitar 1,5 jam. Kemudian dilanjutkan dengan jalan darat 10 menit. Dipinggir jalan yang dilalui terbentang sungai besar menuju desa. Speadboat yang dinaikipun harganya mahal. Baik itu penumpangnya satu atau lebih, ongkosnya tetap sebesar 700 ribu. "Ya seperti carteran speadboat", ungkapnya.
Desa Tengkudacing termasuk daerah subur. Selain masyarakatnya melaut, mereka juga bertani padi untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk pergi ke kota Tanah Tidung harus ditempuh dengan perjalanan laut selama 3 jam dengan ongkos yang cukup mahal. "Disini sinyal sulit. Kami harus berjalan menempuh jarak 3 km untuk mendapatkan sinyal", katanya saat ditanya tentang kelancaran komunikasi.
"Disini bacaanya bagus-bagus.Seratus persen masyarakatnya muslim. Masyarakat juga menerima dengan baik. Bahkan siapa yang mau pindah, sudah disiapkan lahan untuk transmigrasi oleh pemerintah dan mereka akan mendapatkan lahas seluruh 2 H. Masyarakat juga menerima dengan senang hati, terutama dari Jawa", lanjutnya.
Sebagai dai Ramadhan, Ust. Sariyadi tidak menyia-nyiakan peluang yang ada untuk berdakwah. Selain mengisi kultum, baik Isya' maupun Subuh, juga mengisi TPA dan bersilaturahmi. "Saya tiap hari bersilaturahmi kepada masyarakat. Saya kunjungi rumahnya", pungkasnya.