| Ust. Hari Basuki, turun dari Bandara |
Tanggapan masyarakat cukup bagus. Mayoritas di daerah tersebut adalah suku Bugis. Masjdi At Taqwa cukup ramai. Jama'ahnya sekitar 200 orang. Masyarakat sudah pandai membaca Al Qur'an. "Bahkan bacaannya bagus-bagus", ungkap Ust. Basuki
"Kami nggak masuk nominasi. Bacaan mereka bagus. Mereka sudah terbiasa membaca Al Qur'an", lanjutnya. Awalnya Ust. Hari Basuki ditugaskan ke daerah Tanjung Selor, tetapi tidak jadi. Akhirnya, ia membantu Ust. Ponijan untuk bertugas di daerah Berau.
Walau kadang berkecil hati, dengan bacaan yang baik, namun ia tetap menjalankan tugasnya sebagai dai Ramadhan. "Pernah kami menjadi imam shalat Subuh, kami nggak pakai Qunut, ya setelah itu nggak pernah dipakai jadi imam", katanya.
Pengetahuan dakwah memang perlu, terutama daerah tempat dimana ia bertugas. Secara umum di daerah Tarakan dan sekitarnya bacaan Al Qur'an cukup bagus. Bahkan di Tarakan hampir tiap masjid bacaan imamnya bagus-bagus. Sehingga dengan jarak yang dekat, masyarakat bisa memilih sesuai dengan kekhusukan hatinya.