Ust. Ponijan: Saya Sempat Shock, Tidak Menyangka

Ust. Ponijan, berdiri dua dari kiri
"Ternyata berbeda yang diceritakan Ust. dari Jawa sebelum kami berangkat!", begitu komentar Ponijan, salah seorang dai FKAM yang dikirim di Daerah Berau, Kalimantan Utara, tepatnya di Masjid At Taqwa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Tanjung Redep, Kab. Berau.

"Padahal, informasi dari Jawa daerah Berau masih sepi, belum ada listrik, daerah pedalaman dan masih banyak buaya", ungkapnya. "Makanya, ketika kultum pertama, saya sampaikan kepada jama'ah, kami ini salah alamat. Ternyata tidak sebagaimana yang kami bayangkan sebelumnya. Ternyata disini jama'ahnya banyak, masjidnya besar dan bahkan pemahaman Islamnya bagus", lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, masyarakat umumnya sudah mampu membaca Al Qur'an, ini ditandai dengan kegiatan mereka setelah shalat Tarawih yaitu dengan tadarus, bahkan bacaan Al Qur'annya bagus-bagus. "Saya sempat shock, tidak menyangka", ungkapnya.

"Namun setelah lima hari, kami akhirnya mencari celah yang bisa masuk. Kami tawari Tsaqifa, Muri-Q. Bahkan kami bimbing remaja dan TPA. Alhamdulillah responnya baik. Sekarang ada TPA yang sebelumnya tidak ada", paparnya.

Ust. Ponijan ditugaskan di Berau bersama dengan Ust. Hari Basuki yang sebelumnya ditugaskan ke Tanjung Selor, tetapi tidak jadi. Selain mengisi kultum, membimbing remaja, TPA juga mengisi shalat Jum'at. "Disini pengurusnya baik. Alhamdulillah, walaupun kemampuan kami terbatas, mereka memberi kesempatan. Bahkan diberi kesempatan untuk mengisi khutbah Jum'at", jelasnya.

"Walau kami sempat shock, tapi kami tetap akan berdakwah. Karena dengan niat awal kami akan tetap berdakwah, bagaimanapun keadaannya. Alhamdulillah, sekarang masyarakat bisa menerima, walaupun kami penuh keterbatasan", pungkasnya.