| Suasana shalat Tarawih |
Salah satu ikon kota Tarakan adalah Masjid Baitul Izzah, Islamic Center. Dari pusat kota sekitar 4 km ke arah selatan. Sebelum masuk masjid, kita akan melihat kiri-kanan jalan terdabat seperti bekas minyak. Pohon-pohon layu dan tampak airnya berminyak. Memang, dikiri dan kanan jalan menuju masjid Baitul Izzah banyak pengeboran minyak mentah.
Masjidnya megah, dengan halaman luas. Tampak beberapa kubah dengan warna keemasan, serta satu menara yang menjulang tinggi. Lampu-lampu yang terpasang menambah anggun masjid tersebut saat malam hari. Di dalam masjid, banyak ornamen yang menambah kemegahan masjid tersebut.
| Orname dalam masjid, malam hari |
Saat masuk masjid, suasana khusuk shalat Isya' dan Tarawih begitu terasa. Shafnya panjang. Satu barisan terisi antara 80-90 jamaah. Saat kami shalat, ada 4 shaf penuh masih ditambah setengahnya lagi untuk laki-laki dan 2 shaf perempuan di belakang.
Bacaan imam sangat merdu. Setelah shalat Isya' diawali dengan ceramah. Ketepatan saat itu temanya adalah meneladani keluarga Rasulullah. "Meskipun Anda seorang Camat, Walikota, Gubernur ataupun pekerja di instansi, ketika Anda pulang rumah, maka status Anda sebagai ibu rumah tangga", begitu pesan seorang penceramah kepada ibu-ibu.
| Malam hari, dari luar |
Shalat tarawihnya 20 rakaat ditambah 3 witir, 2 rakaat salam. Imamnya bergantian. Saat mendapat 10 rekaat, imamnya berganti. Namun, mereka juga sama merdu bacaannya. Hal yang menarik, saat mereka selesai 8 rekaat, kami lihat sebagian besar jamaah pulang. Sehingga dari 4 setengah shaf, tinggal 1 setengahnya shaf saja. Namun demikian, tidak mengurangi kekhusukan dalam shalat.