Wawancara dengan Walikota Tarakan, H. Udin Hianggio

H. Udin Hianggio, Walikota Tarakan
Perjalanan dakwah di Tarakan, Kaltara cukup menarik. Ketika ramainya tentang aliran sesat di Tarakan, kami mewawancarai Walikota Mataram, H. Udin Hianggio dan ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah, H. Syamsi Sarman, Senin, 15/7/2013.

Walikota Tarakan H. Udin Hianggio mengaku belum mendapat laporan dari MUI Tarakan berkaitan dengan adanya aliran sesat, sehingga ia tidak mampu untuk bertindak. Belum, kami belum mendapatkan laporan dari MUI” katanya saat kami wawancarai. Karena itu, ia menunggu laporan dari MUI berkaitan dengan aliran sesat yang ramai diberitakan akhir-akhir ini.

Sementara, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Tarakan, H. Syamsi Sarman mengakui adanya aliran tersebut. Bahkan menurutnya MUI pernah memanggil tokoh aliran tersebut, yaitu Antung Mukhtar dan telah menyatakan bertaubat serta minta dibimbing. "Makanya kami kaget ketika ia masih menyebarkan ajarannya", bigitu komentarnya saat kami mintai tanggapannya tentang aliran sesat tersebut.


Syamsi Sarman, Ketua PD Muhammadiyah
Sebagaimana ramai diberitakan media massa, di Tarakan berkembang aliran sesat yang meresahkan masyarakat. Tepatnya di Mamrungan dengan tokoh Amtung Mukhtar dan Jamhari. Aliran ini melarang untuk menunaikan shalat wajib. Shalat menurutnya hanya tahajud saja. Selain itu juga menghapus setiap kata illah di dalam Al Qur’an. Ia tidak mau mengakui ilah karena berarti Tuhan. Yang diakui menurutnya hanyalah kata Allah.