| Ust. Abidin, pakai sweater |
Perjalanan dari Tarakan di tempuh sekitar 3 jam dengan speadboad. Kemudian dilanjutkan dengan jalan darat selama 15 menit menuju tempat tugas. Termasuk daerah yang ramai, banyak pendatang, terutama dari Jawa tepatnya berasal dari daerah Semarang.
Kegiatan berdakwah hampir tidak berbeda dengan petugas dai lainnya. Selain mengisi kultum Ramadhan, mengisi TPA, juga mengisi pengajian ibu-ibu. "Namun, yang membedakan dengan Jawa, anak-anak disini sudah banyak yang bisa membaca Al Qur'an dan bacaannya cukup bagus", ungkapnya.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk berdakwah. Dengan tekad yang kuat, ia yakin mampu berperan sesuai dengan seberapapun besarnya. Apalagi jika melihat anak-anak kecil yang kadang berbicara kasar. Hal ini menggerakkannya mulai mengkosentrasikan diri untuk mengajari mereka, khususnya anak-anak dengan adab-adab yang islami. "Kelak agar tumbuh anak-anak yang sholeh dan sholehah", ungkapnya.