Belajar Melihat Hilal, Nggak Kelihatan

Menjelang matahari terbenam di Juata Laut, 7/8/13
Melihat hilal menjadi ramai saat menjelang satu syawal. Masyarakat menunggu hasil rukyatul hilal untuk menentukan hari raya Idhul Fitri. Tempat yang strategis untuk dapat melihatnya tentu lautan lepas karena dapat memandang bebas.

Saat matahari terbenam
Berbekal informasi, kemungkinan hari raya 1434 H jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013, karena berdasarkan perhitungan tinggi hilal lebih dari 2 derajat dan mampu dilihat selamat 8 menit. Saat itu, kami berada dipinggir laut lepas, karena harus mengisi Sholat Idhul Fitri di Juata Laut, Tarakan Utara.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan berada dipinggir laut, kami mencoba mengamati bulan mulai matahari terbenam. Magrib di Tarakan pukul 18.25. Semenjak pukul 18.00 kami telah berada di lokasi, karena jarak dengan kami tinggal tidak lebih dari 300 m.

Karena belum punya ilmu bagaimana melihat hilal, maka saya hanya berpatokan darimana matahari terbenam, maka arah sebaliknya yang kami lihat untuk melihat kemunculan hilal.

Setelah ditunggu beberapa saat, bahkan saat menjelang Magrib, hilal belum nampak. Kami masih bersabar, mungkin sebentar lagi akan muncul, karena suasana laut yang terang, tidak mendung dan berawan. Setelah terdengar adzan Magrib, ternyata juga tidak bisa melihat hilal. Bisa jadi karena belum mempunyai ilmu, posisi yang tepat untuk melihatnya. Lumayan, pengalaman dipinggir pantai menjelang 1 Syawal.
Saat Magrib, 7/8/13 atau 1 Syawal 1434 H