Silaturahmi memiliki kekuatan tersendiri dalam dakwah. Berbagai perbedaan, prasangka yang kurang baik dapat hilang saat bersilaturahmi. Sebagai daerah yang kecil dengan intensitas pertemuan antara aktivis Islam tinggi, Tarakan menjadi daerah pertemuan antara berbagai kelompok Islam. Tak jarang perbedaan dapat menimbulkan kerenggangan bahkan permusuhan.
Silaturahmi menjadi kunci untuk meredam perselisihan dan melebarkan sayap dakwah. Beberapa takmir masjid yang sempat kami bersilaturahmi dengannya sangat terbuka untuk dapat mengisi di masjid yang ia kelola, asalkan memberitahu beberapa hari sebelum Ramadhan. Hal ini untuk menghindari benturan jadwal yang telah ada.
Juga tak kalah pentingnya adalah silaturahmi dengan berbagai tokoh Islam. Hal ini tentu untuk lebih membuka diri dan saling memahami satu dengan yang lain. Daerah dengan masyarakat kebanyakan pendatang, ikatan daerah sangat kuat. Sementara tali silaturahmi mampu meredam berbagai prasangka yang kurang baik antar sesama muslim.
Menjalin komunikasi antar tokoh Islam, takmir masjid, MUI, Departemen Agama dan berbagai instansi terkait guna melancarkan dakwah di Tarakan menjadi keharusan. Karena itu, untuk tahun mendatang dai-dai FKAM yang di tugaskan di daerah Tarakan dan sekitarnya dapat datang lebih awal, 2 atau 3 hari sebelum Ramadhan.
Dengan kedatangan lebih awal, 3 hari sebelum Ramadhan ada jadwal untuk bersilaturahmi ke berbagai tokoh dan instansi guna mengenalkan dai-dai yang akan ditugaskan di daerah Tarakan. Istilah Jawanya adalah "kulonuwun", berpamitan. Selain itu, bisa diberangkan bersama-sama oleh ketua MUI dan Depag.
Dengan cara itu, mempermudah akses ke berbagai daerah terpencil dan bahkan akses ke berbagai tokoh masyarakat di daerah tempat tugas. Lebih meringankan lagi, termasuk kerjasama dalam pembiayaan, baik biaya berangkat, pulang maupun akomodasi selama di tempat tugas. Disini kuncinya adalah perbanyak silaturahmi!