Biaya Hidup Tinggi
Potensi ekonomi di Tarakan cukup besar. Sebagai kota terkaya
ke-17 di Indonesia, tingkat pendapat penduduk tinggi. UMR hampir 2 juta.
Sementara mata pencaharian masyarakat kebanyakan pedagang, pelaut, petambak dan
pekerja di berbagai perkebunan dan perminyakan. Tingkat konsumeritas tinggi.
Berbagai bentuk bahan makanan laku dijual. Tak heran, di Tarakan biaya hidup cukup tinggi.
Saat Ramadhan, menjelang berbuka, banyak masyarakat yang
berkerumun di tempat-tempat penjualan makanan. Alasan kesibukan dan kerja,
sebagian besar masyarakat lebih suka membeli daripada memasak sendiri. Ini pula
menjadikan berbagai aneka makanan laku di jual. Toko dan warung makan juga
penuh dengan pembeli. Begitu pula berbagai tempat perbelanjaan.
Potensi Ekonomi dan
Zakat
Potensi zakat cukup besar. Nampak, selama Ramadhan,
gerai-gerai zakat bertebaran di berbagai sudut jalan dan pusat perbelanjaan
ataupun tempat-tempat strategis. Baik milik BAZ, BMH (Hidayatullah), Wahdah
Islamiyah dan PKPU.
Pemerintah kota Tarakan tahun 2013 ini mengalokasikan 500
juta uang zakat diserahkan kepada BAZ. Sementara BAZ sendiri mampu mengumpulkan
uang miliaran rupiah dari masyarakat. Tak heran, ketika ada isu adanya
penyelewengan dana zakat untuk politik, Ketua Executiv BAZ Syamsi Sarman dengan
nada tinggi melepaskan baju seragam BAZ di hadapan walikota dan menyatakan siap mempertanggung
jawabkan di dunia dan akherat. Menurutnya, jangankan 500 juta yang dari
pemerintah, 4,5 miliar dana BAZ siap dipertanggungjawabkan.
Artinya, betapa besar potensi zakat yang terkumpul di
Tarakan. Beberapa sumber yang kami temui, BAZ memang paling banyak mampu
mengumpulkan dana masyarakat. Selain itu BMH (milik Hidayatullah), Wahdah dan
lainnya juga tidak kalah besarnya. Bahkan kisaran ratusan juga rupiah hanya
dari gerai zakat yang dibuka.
Pernah seorang takmir masjid menceritakan, masjidnya tidak
mau menerima dana zakat, karena tidak dapat dialokasikan untuk pembangunan
masjid. Maka masyarakat mencari akal lain dengan mengatakan bahwa yang ia
berikan adalah infaq dan shodaqah, padahal sebenarnya dana zakat. Kesadaran
masyarakat untuk membayar zakat mal juga cukup tinggi.